Mentawai, Aktual7news.Com

Bencana banjir melanda dua dusun di Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jumat (8/5/2026). Dusun Sao dan Dusun Saguguk dilaporkan terendam dengan ketinggian genangan air berkisar 1 hingga 2 meter. 

Banjir terjadi akibat derasnya debit hujan yang mengguyur wilayah Sipora Selatan sejak Kamis (8/5/2026) malam hingga Jumat pagi. Air sungai meluap dan masuk ke permukiman warga, merendam puluhan rumah di Dusun Sao dan Saguguk. 

“Terjadi bencana banjir berkisar 1–2-meter ketinggian genangan air. Rumah warga Dusun Sao dan Saguguk, Desa Bosua terendam,” ujar seorang warga. BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai merilis bahwa banjir terparah berada diwilayah kecamatan Sipora Selatan yaitu Desa Bosua Dusun Sao. 

Banjir hingga saat ini terus mengalami ketinggian hingga dua meter bervariasi. Warga dusun tak bisa berbuat apa apa. Puluhan rumah dan fasilitas umum lainnya terendam banjir dan aktivitas lumpuh. 

Kalaksa BPBD melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Jonti mengatakan, bahwa pihaknya akan turun langsung ketempat lokasi terdampak paling parah.

“Saat ini kita sudah mempersiapkan peralatan dan keperluan yang dibutuhkan dilapangan. Dan siang ini tim BPBD bergerak cepat turun kelokasi”, ujar Jonti. Jumat (08/05/2026)

Untuk menghindari hal hal yang terjadi, kita juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa serta Kelompok Siaga Bencana agar masyarakat segera melakukan evakuasi mandiri ketempat yang aman, terang Kabid PK.

Kabid PK menyebutkan, banjir juga melanda beberapa desa seperti Desa Mara, Sareinu, Goisooinan. Namun banjir tidak begitu parah. Meskipun seperti itu hal ini terus kita antisipasi mengingat hujan masih terus mengguyur.“BPBD segera turun dan memobilisasi personil serta kebutuhan logistik yang mendesak bagi masyarakat yang terdampak banjir”, pungkas Jonti.

menunjukkan kondisi parah di Dusun Sao. Air berwarna coklat keruh menggenangi seluruh permukiman. Seorang anak tampak bertahan dengan berpegangan pada tiang rumah, air sudah setinggi dada. Warga dewasa terlihat berjalan menerjang banjir setinggi pinggang. 

“Kondisi rumah masyarakat hari ini banyak yang terendam,” kata warga. “Derasnya debit hujan dari tadi malam hingga hari ini banyak rumah warga yang terendam.”  Yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini bantuan maupun tim evakuasi dengan perahu karet untuk warga terjebak, terutama lansia dan anak-anak, Logistik darurat,  makanan siap saji, air bersih, mie instan  Selimut, pakaian kering, dan terpal Obat-obatan* dan tenaga medis  dari Pemda Mentawai yang tiba di lokasi. Warga masih bertahan di rumah atau mengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih tinggi uangkap salah warga yang terdampak banjir. ***