Mentawai, Aktual7news.Com

Seekor ikan lumba-lumba ditemukan terdampar di pantai Jati, Sipora Utara Kepulauan Mentawai. Mamalia laut tersebut diduga hanyut tersapu ombak saat cuaca buruk melanda.

Masyarakat Pantai Jati, Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai digegerkan dengan penemuan seekor lumba-lumba yang terdampar di bibir pantai, Jumat (8/5/2026) pagi.  Seekor ikan lumba-lumba ditemukan terdampar di pinggir laut, pantai jati di dusun Kampung, desa Tuapejat, kecamatan Sipora Utara. Mentawai

Mamalia laut ini sepanjang 1,4-meter dan berat perkirakan mencapai 300-kilogram ditemukan pada Jumat  saat cuaca hujan lebat dan badai sudah satu hari Tuapejat di landa cuaca eksrim kemarin.


Warga pun berupaya mengevakuasi mamalia itu, namun karena cuaca buruk, membuat evakuasi sempat terkendala. “kejadiannya tadi pagi pukul 07.00 angin kencang dan hujan. warga melihat ikan lumba-lumba di pinggir laut. berukuran 1,4 meter inisiatif bawa ke laut,

Mamalia laut yang dilindungi itu ditemukan dalam kondisi lemah di area wisata Pantai Jati sekitar pukul 07.00 WIB. Warga dan wisatawan yang berada di lokasi langsung berupaya menolong dengan menyiramkan air ke tubuh lumba-lumba agar tetap basah sambil menunggu bantuan petugas. 

“Benar, ada seekor lumba-lumba terdampar di Pantai Jati pagi ini. Kondisinya masih hidup tapi terlihat lemah. Kami sudah basahi badannya dan coba dorong ke tengah, tapi ombak balikkan lagi,” sebut salah satu warga Tuapejat yang berada di lokasi. 

Diduga Tersesat Akibat Cuaca Buruk

Penemuan lumba-lumba terdampar ini terjadi sehari setelah wilayah Mentawai diguyur hujan deras disertai angin kencang, Kamis (7/5/2026). Diduga kuat, cuaca ekstrem dan arus kuat menyebabkan mamalia cerdas itu tersesat hingga terbawa ke perairan dangkal Pantai Jati. 

Salah satu warga dusun jati mengatakn megat tidak mengetahui jenis lumba-lumba tersebut, namun ukurannya relatif besar. "Saat ini kami telah menghubungi pihak BKSDA Polair, atau pemerintah desa terdekat. Mereka sedang menuju ke lokasi penemuan satu lumba-lumba yang terdampar di pantai daerah ini," kata dia.

Jika masih bisa diselamatkan, lumba-lumba harus segera dilepasliarkan kembali ke laut dalam. Jika mati, bangkainya harus ditangani sesuai prosedur agar tidak menimbulkan penyakit dan pencemaran di area wisata. ***