Mentawai, Aktua7news.com

Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Sering terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Puluhan kendaraan, terutama para nelayat, harus mengantre selama berjam-jam untuk mendapatkan jatah pengisian BBM di SPBU Tuapejat, Mentawai, Jumat (7/8/2026).

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang berulang hampir setiap bulan di Kabupaten Kepulauan Mentawai,  membuat terngganggu aktivitas masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah kepulauan.

Sedikitnya lebih dari 100 kendaraan dan mobil tampak mengantre di area SPBU pada Jumat untuk mendapatkan BBM. Pengisian BBM jenis Pertalite masih dilakukan, namun dengan kuota terbatas pada sabtu SPBU tidak bisa melayani kendaraan mendapat bbm. Situasi ini mengakibatkan antrean kendaraan terus memanjang dan berpotensi mengganggu distribusi barang serta aktivitas transportasi di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Meski antrean cukup panjang, situasi di area SPBU tetap terpantau aman dan kondusif. Tidak terlihat adanya keributan maupun tindakan yang mengganggu ketertiban dari para masyaraka maupun pengendara lainnya.

Saat proses antrean berlangsung, dua unit mobil tangki bermerek Pertamina juga terlihat tiba dari Pelabuan tuapejat  untuk memasok BBM ke SPBU km.2 sehingga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara penanggung jawab SPBU KM 2 Tuapejat, Desi, yang telah memberikan penjelasan terkait kondisi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang terjadi belakangan ini di wilayah Tuapejat.

“Beberapa kendala seperti uda beberapa hari ini sering terjadi badai akibatnya kapal pengakut bbm tidak berani berlayar, Menurutnya, karakteristik Mentawai sebagai wilayah kepulauan memang memiliki tantangan tersendiri dalam distribusi BBM.

Menurut keterangan Desi pihak SPBU, kelangkaan BBM subsidi terjadi karena saat ini hanya satu SPBU yang aktif melayani kebutuhan masyarakat. Selain itu, tingginya konsumsi BBM juga dipengaruhi oleh pengguna dari luar wilayah Sipora Utara yang melakukan pengisian di SPBU KM 2 Tuapejat.

"Kelangkaan ini ada hubungannya dengan maraknya kunjungan pariwisata saat ini kunjungan warga asing untuk pelakukan surfing beberapa titik ombang di kepulauan mentawai uangkap toko masyarakat Tuapejat dedit saputra

Menurut Dedit Saputra, Jumat ( 7/08 ) toko masyarakat dengan maraknya oknum pengambilan BBM di tingkat SPBU yang berada di tuapejat, sementara ada dua SPBU di yang beroperasi satu km 2 dan satu lagi di km 10 di duga salah satu spbu ikut andil menyalurkan bbm jenis solar subsidi untuk proyek yang beroperasi di pulau sipora, dan ada juga di tingkat pengencer yang bermain dengan oknum tersebut,

Dedit Saputra menambakan jangan memberikan peluang kepada oknum untuk perminta BBM sekala besar karena banyak nya sekarang BBM di jual kepada pengusaha Resort di tambah permintahan BBM untuk kebutuhan Kontraktor besar yang melakukan perkerjaan di Tuapejat saat ini, otomatis kebutuhan untuk masyarakat yang menjadi korbanya uangkapnya kemaren.

Dedit Saputra berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai bersama instansi terkait dapat meningkatkan pengawasan terhadap distribusi dan ketersediaan stok BBM, khususnya Biosolar, agar kelangkaan serupa tidak terus berulang.

Pihak terkait diharapkan segera memastikan kelancaran distribusi BBM agar aktivitas transportasi dan distribusi logistik di Kabupaten Kepulauan Aru dapat kembali berjalan normal.