Mentawai, Aktual7News.Com - Marak Terjadi kelangkan BBM Di Kepulaun Mentawai, yang duga dengan aktivitas mafia illegal oleh Oknum aparat dan galian c tanpa izin, serta keberadaan sejumalh usaha resor yang didugaan keterkaitan dengan mafia aktivitas illegal di kepulaun mentawai menjadi perhatian serius Polda Sumatera barat beberapa hari ini.
Pemerintah
Kabupaten Kepulauan Mentawai memberikan penjelasan terkait kondisi ketersediaan
bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.
Di
tengah beredarnya berbagai isu di ruang publik mengenai dugaan adanya “mafia
BBM” yang disebut-sebut menjadi penyebab kelangkaan, beberapa hari ini Mewakili
Bupati Kepulauan Mentawai, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda
Kabupaten Kepulauan Mentawai, Arsenius, S.Pd., M.M., melakukan pemantauan
kedatangan kapal pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) SPOR Sumber Jaya 01 di
Pelabuhan Syahbandar Tuapejat, Rabu (23/9/2026).
Pemantauan
tersebut dilakukan bersama Tim Satgas Pengendalian dan Pengawasan
Pendistribusian BBM Bersubsidi Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk memastikan
ketersediaan serta kelancaran distribusi BBM bagi masyarakat, khususnya di
wilayah Sipora.
Turut
hadir Kepala Bagian Ekonomi, Kepala Dinas Perindagkop, pejabat pada Dinas
Perindagkop, Kasat Pol PP dan Damkar, Pasiter Kodim 0319/Mentawai, Kasat
Samapta Polres Kepulauan Mentawai, serta Pengawas SPBU PT Sumber Alam Sejahtera
Indah.
Dalam
pemantauan yang berlangsung pukul 08.20 WIB hingga 09.25 WIB tersebut, Tim
Satgas memantau langsung kedatangan SPOR Sumber Jaya 01 sekaligus mengecek
muatan dan alokasi BBM yang dibawa untuk wilayah Tuapejat.
Berdasarkan
manifest pengangkutan tanggal 22 September 2026, untuk tujuan Tuapejat tercatat
Pertalite sebanyak 16 ton dan Bio Solar Subsidi sebanyak 8 ton. Selain itu,
terdapat Bio Solar/Industri sebanyak 32 ton untuk tujuan Tuapejat yang menurut
keterangan pihak SPBU diperuntukkan bagi kebutuhan PLN/PLTD Tuapejat.
Asisten
II Arsenius mengatakan bahwa pemantauan ini merupakan bagian dari langkah
pemerintah daerah dalam memastikan distribusi BBM berjalan sesuai alokasi dan
kebutuhan masyarakat.
“Pemantauan
ini kita lakukan untuk melihat secara langsung ketersediaan dan proses
distribusi BBM, sekaligus memastikan penyalurannya berjalan sesuai dengan
ketentuan dan kebutuhan masyarakat,” Dalam kesempatan tersebut, pihak SPBU
menyampaikan bahwa BBM yang diterima diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan
sekitar tiga hari. Sementara pasokan berikutnya direncanakan tiba pada 24
September 2026 dengan rencana muatan Pertalite 16 ton, Pertamax 8 ton dan Solar
8 ton.
Selain
ketersediaan stok, Tim Satgas turut mencermati pola pembelian BBM menggunakan
jeriken serta alokasi Bio Solar bagi kelompok nelayan. Berdasarkan keterangan
pihak SPBU, sekitar 2 ton Bio Solar disebut dialokasikan untuk kelompok nelayan
berdasarkan rekomendasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
Pemerintah
daerah akan terus melakukan pemantauan dan verifikasi terhadap distribusi BBM
melalui pencocokan dokumen pengiriman, penerimaan, stok dan realisasi
penyaluran di lapangan.
Pemantauan
juga akan dilakukan secara menyeluruh terhadap SPBU lainnya di wilayah Sipora
Utara maupun Sipora Selatan. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran
objektif mengenai kondisi stok, penyaluran dan kebutuhan BBM di masing-masing
wilayah.
Melalui
pengawasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai berkomitmen
menjaga kelancaran distribusi BBM agar ketersediaannya tetap terjamin dan dapat
memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan
pasokan akibat kondisi cuaca dan transportasi laut.Tim


0Komentar