Mentawai, Aktual7News.Com.- Dansatgas TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026, Letkol Inf Bambang Budi Hartanto, memaparkan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 kepada Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev), Jumat (30/10/2026), bertempat di Aula Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Km 5 Tuapejat.

Tim Wasev dipimpin oleh Kolonel Inf Fransisco, S.E., M.I.Kom., didampingi Letkol Cba Vidia Mardika Wahyudi, S.Sos., serta Kapten Inf Zul Afendi selaku Pasi Wanwil Korem 032/Wbr.

Sementara Dandim 0319 Letkol Inf Bambang Budi Hartanto menyampaikan kunjungan team Wasev akan melakukan pengecekan perkembangan pembangunan TMMD Ke- 130 yang telah berjalan selama beberapa hari ini, sebut Dandim, Jumat (29/10/2026) dan memparkan perkembanga Kegiatan ini difokuskan di Pulau Sipora karena wilayah ini merupakan pusat kabupaten.

Dari program prioritas pemerintah daerah, Satgas TMMD berkolaborasi mengeksekusi tiga program utama, yaitu pembukaan jalan, penyediaan air bersih, dan peningkatan sarana kesehatan.

Pembukaan jalan sepanjang 3 km tersebut diarahkan menuju Dusun Tumonga. Dusun ini menjadi perhatian khusus karena menjadi satu-satunya wilayah di Sipora Utara yang selama ini belum terkoneksi sama sekali melalui jalur darat dengan desa-desa lainnya. Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai 90% dan kini memasuki tahap penyelesaian (finishing).

Selain pembukaan jalan baru, TMMD kali ini juga berhasil menyelesaikan berbagai infrastruktur penunjang lainnya, meliputi:

• Pengecoran jalan sepanjang 200 meter untuk memudahkan mobilitas warga (progres 92,5%).

• Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 6 unit (2 unit dari Pemda dan 4 unit dari Baznas).

• Pembangunan 5 unit fasilitas MCK umum di Desa Berkat untuk meningkatkan sanitasi warga.

• Pemasangan jaringan pipa air bersih sepanjang 2.000 meter dari sumber mata air, yang kini mengalirkan air bersih ke bak penampungan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 50 Kepala Keluarga (KK).

Selain pembangunan fisik, program non-fisik juga gencar dilakukan melalui berbagai penyuluhan kepada masyarakat, mulai dari penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan, hukum, pencegahan narkoba, hingga edukasi kesehatan mengenai penyakit tidak menular. Terdapat pula sasaran tambahan berupa penyiapan lahan ketahanan pangan, penanaman pohon buah dari Pemprov, dan aksi pembersihan fasilitas umum.

Proses pelaksanaan TMMD di Kepulauan Mentawai ini bukan tanpa hambatan. Satgas di lapangan harus berhadapan dengan tantangan logistik, jadwal kapal angkut material yang terbatas, serta faktor cuaca ekstrem di mana hujan rata-rata turun 3 hingga 4 kali dalam seminggu.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Satgas telah melakukan langkah pra-TMMD selama hampir satu bulan sebelum pembukaan resmi. Para prajurit TNI bersama masyarakat juga mengoptimalkan waktu dengan bergotong-royong dan lembur hingga malam hari.

Keberhasilan program ini didukung penuh oleh sinergi berbagai pihak, mulai dari anggaran Mabes TNI Angkat Darat, dukungan swadaya Pemkab Mentawai, bantuan material semen dari Semen Padang, serta kontribusi aktif dari Baznas dan Pemprov Sumatra Barat. Melalui keterpaduan ini, diharapkan aksesibilitas, ekonomi, dan pertahanan wilayah di Kepulauan Mentawai dapat meningkat secara signifikan uangkap Dandim Letkol Inf Bambang Budi Hartanto.