Mentawai, Aktual7News.Com
Dalam
upaya memperkuat kemitraan antara Polri dan insan pers, Plt. Kapolres Kepulauan
Mentawai AKBP Nendra Madya Tias, S.I.K., menggelar kegiatan silaturahmi bersama
insan pers Kabupaten Kepulauan Mentawai di Cafe Bunda Homestay, Mapadegat, Desa
Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kamis (22/10/2026).
Pihak
Kepolisian Kepulauan Mentawai menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan
para pengguna narkoba melalui jalur rehabilitasi. Pihak kepolisian memberikan
jaminan keamanan bahwa masyarakat atau pihak keluarga yang secara sukarela
melaporkan diri atau kerabatnya yang kecanduan narkoba tidak akan ditangkap
maupun ditahan.
Dalam
penyampaikan Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Nendra Madya Tias, S.I.K., mengatakan
pihak kepolisian menjaminan berlaku
penuh bagi mereka yang memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri. Kebijakan ini
tentu berbeda dengan kondisi jika seseorang terjaring dalam operasi tangkap
tangan uangkap Plt Kapolres Mentawai.
Bagi
warga yang melapor, pihak kepolisian akan memfasilitasi proses penanganan ke
Badan Narkotika Nasional (BNN). Sebagai bagian dari Tim Asesmen Terpadu di
Direktorat Narkoba, kepolisian bersama BNN, tim hukum, dan tim Dokkes (Dokter
Kesehatan) akan melakukan pemeriksaan mendalam. Asesmen ini bertujuan untuk
meneliti tingkat ketergantungan, durasi pemakaian, hingga frekuensi konsumsi
zat terlarang tersebut.
Berdasarkan
hasil rekomendasi tim medis dan hukum, pengguna akan diarahkan untuk menjalani
program pemulihan yang tepat, baik berupa rawat jalan maupun rawat inap. Untuk
program rawat inap, pasien biasanya akan ditempatkan di balai rehabilitasi
resmi selama 3 hingga 6 bulan hingga dinyatakan pulih. Uangkap Polres
Bahasi
Kuota BBM Nelayan
Selain
membahas penanggulangan narkoba, dalam kesempatan yang sama kepolisian juga
memaparkan langkah konkret terkait penanganan kelangkaan Bahan Bakar Minyak
(BBM) bagi para nelayan di Mentawai. Kabag Ops dilaporkan telah menggelar rapat
koordinasi bersama Satgas BBM untuk mendiskusikan peluang penambahan kuota
serta perbaikan data distribusi.
Pihak
kepolisian mengakui bahwa saat ini masih mengumpulkan data riil mengenai jumlah
nelayan dan volume kebutuhan BBM di lapangan. Melalui ruang diskusi yang telah
dibuka bersama perwakilan nelayan, kepolisian berkomitmen untuk segera membawa
keluhan dan aspirasi tersebut ke Pemerintah Daerah (Pemda) setempat guna
merumuskan jalan keluar yang cepat dan tepat.***


0Komentar